SURGERY ROOM
SURGERY ROOM
SURGERY ROOM

Merupakan bagian / unit dari Rumah Sakit Islam yang memberikan pelayanan tindakan pembedahan baik elektif maupun emergency, dengan kapasitas sebanyak 4 kamar operasi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelayanan tindakan bedah secara cepat. Melayani tindakan bedah dengan teknologi modern dan mutakhir, dilakukan oleh dokter spesialis yang handal dan berpengalaman. Surgery Room menyediakan layanan tindakan operatif yang dilakukan oleh dokter operator baik bedah maupun non bedah serta dokter anestesi yang ahli dibidangnya, antara lain :

  1. Tim Dokter Operator Spesialis Bedah :
    1. Spesialis Bedah Umum (SpB).
    2. Spesialis Bedah Saraf (SpBS).
    3. Spesialis Bedah Urologi (SpU).
    4. Spesialis Bedah Orthopaedi (SpOT).
  2. Tim Dokter Spesialis Non Bedah :
    1. Spesialis Kandungan dan Kebidanan (SpOG).
    2. Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (SpTHT).
    3. Spesialis Mata (SpM).
  3. Tim Dokter Anesthesi.

Layanan Unggulan Surgery Room di Rumah Sakit Islam Sakinah terdiri dari:

  1. Laparascopy

Laparoskopi merupakan prosedur bedah minimal invasif yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil di dinding perut. Laparoskopi dilakukan dengan bantuan alat berbentuk tabung tipis bernama laparoskop yang dilengkapi dengan kamera dan cahaya di ujungnya.

Prosedur laparoskopi dilakukan untuk keperluan diagnosis atau pengobatan. Melalui metode ini, dokter akan mampu melihat sejumlah kelainan, seperti infeksi, kista, fibroid, dan perlengketan, di dalam organ perut atau panggul. Selain itu, prosedur ini juga bisa diterapkan untuk keperluan pengambilan sampel jaringan dalam pemeriksaan biopsi.

  1. Arthoscopy

Artroskopi adalah sebuah prosedur bedah keyhole atau pembedahan dengan membuat lubang sayatan sebesar lubang kunci untuk memasukkan artroskop. Prosedur ini bertujuan untuk melihat, mendiagnosis, dan menangani sejumlah gangguan sendi.

Artroskop merupakan alat seperti selang yang dilengkapi dengan pegangan dan memiliki ujung runcing, serta senter dan lensa mikro untuk menerangi dan memperbesar objek yang dilihat. Gambar yang ditangkap oleh artroskop akan terhubung langsung ke layar monitor.

  1. Fakoemulsifikasi

Fakoemulsifikasi merupakan sebuah tindakan operasi katarak yang dilakukan dengan mengambil bagian depan lensa mata tanpa merusak kapsul posterior. Prosedur ini aman dan tidak menimbulkan rasa sakit. Setelah fakoemulsifikasi, dokter akan memasang lensa buatan (IOL) agar mata dapat melihat dengan lebih jelas. Katarak adalah penyakit yang menyebabkan lensa mata menjadi buram, sehingga pasien mengalami gangguan penglihatan. Berdasarkan bagian mata yang rusak, katarak dibedakan menjadi tiga jenis. Katarak subkapsular terjadi saat bagian belakang lensa mata menjadi buram, sedangkan katarak nuklir adalah katarak yang tumbuh di tengah lensa mata. Pada katarak kortikal, kerusakan berawal dari lensa perifer dan menyebar ke bagian tengah lensa.

uan antara lain:

  • Memeriksa atau mengobati pertumbuhan tumor di dalam perut atau panggul.
  • Mengobati endometriosis, kehamilan ektopik, atau penyakit radang panggul.
  • Mencari penyebab munculnya rasa sakit di bagian panggul.
  • Mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan biopsi.
  • Melakukan ligasi tuba (operasi pada tuba falopi).
  • Mengobati hernia hiatus atau hernia inguinalis.
  • Memeriksa kemungkinan adanya kista, perlengketan, fibroid, atau infeksi pada organ reproduksi yang menyebabkan seorang wanita sulit hamil.

Mengeluarkan organ tubuh yang bermasalah seperti rahim, limpa, kantong empedu, ovarium, atau usus buntu.

Prosedur Laparoskopi

Bedah laparoskopi diawali dengan membuat sayatan kecil (sekitar 5-10 mm) di dinding perut sebagai jalan masuk laparoskop. Dokter bisa membuat lebih dari satu sayatan untuk memasukkan alat lain ke dalam perut. Prosedur ini umumnya berlangsung selama 30-90 menit, tergantung pada kondisi pasien.

Setelah sayatan dibuat, dokter akan memasukkan gas ke dalam perut dengan bantuan alat medis semacam jarum yang memiliki rongga di tengahnya. Gas ini digunakan untuk memompa agar dinding perut terangkat dan menjauhi organ-organ di dalamnya, sehingga dokter bisa melihat isi perut dengan jelas.

Setelah itu, dokter akan menggunakan laparoskop dan beberapa peralatan medis lainnya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, mengambil sampel jaringan, atau untuk mengangkat tumor dan kista. Terkadang, laser juga sering ditempelkan dengan laparoskop untuk mendukung operasi.

Setelah operasi selesai, alat laparoskopi ditarik keluar dan gas yang tadi dipompa akan dikeluarkan dari dalam perut. Sayatan yang dibuat pada awal perosedur juga akan ditutup dengan jahitan, lalu dibalut perban. Sayatan ini meninggalkan bekas yang sangat kecil, dan akan hilang dengan sendirinya seiring waktu.

ARTHOSCOPY

Artroskopi adalah sebuah prosedur bedah keyhole atau pembedahan dengan membuat lubang sayatan sebesar lubang kunci untuk memasukkan artroskop. Prosedur ini bertujuan untuk melihat, mendiagnosis, dan menangani sejumlah gangguan sendi.

Artroskop merupakan alat seperti selang yang dilengkapi dengan pegangan dan memiliki ujung runcing, serta senter dan lensa mikro untuk menerangi dan memperbesar objek yang dilihat. Gambar yang ditangkap oleh artroskop akan terhubung langsung ke layar monitor.

Prosedur artroskopi biasanya dilakukan untuk memeriksa dan menangani gangguan sendi di bahu, siku, panggul, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan lutut.

Prosedur Artroskopi

Dokter akan mengawali arthoscopy dengan menyuntikkan anestesi (bius) total, setengah badan, atau lokal sesuai dengan kondisi pasien. Saat anestesi bekerja, dokter orthopedi akan membuat sayatan kecil, kira-kira sebesar lubang kunci pada kulit pasien.

Sayatan kecil akan digunakan sebagai tempat masuknya artroskop. Dokter juga bisa membuat sayatan-sayatan baru pada kulit pasien yang bertujuan untuk memasukkan artroskop dan melihat kondisi pada sendi-sendi lainnya.

Dokter bisa mengisi sendi dengan cairan steril untuk melebarkan sendi, sehingga mempermudah dokter melihat kondisi sendi. Gambaran sendi yang ditangkap oleh alat artroskop akan langsung tampak di layar monitor, yang akan dipantau oleh dokter. Selagi memantau sendi pasien yang bermasalah, dokter juga dapat melakukan tindakan seperti mengangkat atau memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak di daerah sendi. Prosedur artroskopi umumnya berlangsung selama 30-120 menit.

FAKOEMULSIFIKASI

Fakoemulsifikasi merupakan sebuah tindakan operasi katarak yang dilakukan dengan mengambil bagian depan lensa mata tanpa merusak kapsul posterior. Prosedur ini aman dan tidak menimbulkan rasa sakit. Setelah fakoemulsifikasi, dokter akan memasang lensa buatan (IOL) agar mata dapat melihat dengan lebih jelas. Katarak adalah penyakit yang menyebabkan lensa mata menjadi buram, sehingga pasien mengalami gangguan penglihatan. Berdasarkan bagian mata yang rusak, katarak dibedakan menjadi tiga jenis. Katarak subkapsular terjadi saat bagian belakang lensa mata menjadi buram, sedangkan katarak nuklir adalah katarak yang tumbuh di tengah lensa mata. Pada katarak kortikal, kerusakan berawal dari lensa perifer dan menyebar ke bagian tengah lensa.

Cara Kerja Fakoemulsifikasi

Sebelum prosedur dimulai, dokter spesialis mata akan memeriksa mata pasien dengan alat ultrasound atau pemindaian laser. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan jenis IOL terbaik bagi pasien.

Fakoemulsifikasi merupakan prosedur rawat jalan yang dapat dilakukan di bawah pengaruh bius lokal (pasien dewasa) atau bius total (pasien anak). Dengan bantuan mikroskop, dokter bedah membuat sayatan kecil di mata, tepat di samping kornea. Kemudian, dokter menyuntikkan cairan viscoelastic untuk melindungi jaringan intraokuler dan mengurangi syok. Lalu, dokter membuat sayatan pada membran di sekitar katarak, supaya katarak mudah dipisahkan dari korteks dengan aliran air. Kemudian, jarum titanium bernama probe phaco dimasukkan ke kornea dan diarahkan ke bagian katarak yang paling pekat, yaitu nukleus. Alat ini dapat bergerak dengan sangat cepat untuk memecahkan katarak menjadi bagian yang sangat kecil. Lalu, pecahan tersebut disedot melalui lubang kecil yang ada di ujung alat. Setelah bagian inti katarak berhasil dipecahkan dan disedot, alat diarahkan ke bagian tepi lensa. Bagian depan kapsul lensa akan dihilangkan, begitu juga beberapa bagian kecil dari lensa mata. Kemudian, dokter menggunakan injektor untuk memasang lensa intraokuler buatan pada kapsul lensa. Implan permanen ini akan menggantikan bagian depan lensa mata, sedangkan bagian belakang lensa yang tersisa akan menahan implan lensa. Untuk mengakhiri prosedur, dokter mengeluarkan cairan viscoelastic yang sebelumnya disuntikkan.

Fakoemulsifikasi juga dapat memanfaatkan teknologi laser. Metode ini memerlukan alat khusus untuk membuat sayatan dan menghaluskan katarak, sehingga katarak dapat dihancurkan dengan mudah. Walaupun prosesnya sama dengan fakoemulsifikasi tradisional, namun pasien dapat menikmati hasil yang lebih akurat dan pemulihan yang lebih cepat karena dokter akan menggunakan laser, bukan pisau bedah.

Fakoemulsifikasi membutuhkan waktu sekitar satu jam dan hanya dapat dilakukan pada satu mata. Pasien yang memiliki katarak pada kedua matanya biasanya perlu menunggu dua minggu sebelum katarak di mata satunya dapat dihilangkan.

Sumber :

https://www.alodokter.com/laparoskopi-ini-yang-harus-anda-ketahui

https://www.alodokter.com/artroskopi-ini-yang-harus-anda-ketahui

https://www.docdoc.com/id/info/procedure/phacoemulsification/

Praktek

Gedung Sunan Drajat
Hotline:
Hari Pelayanan:
Jam Pelayanan:


HEMODIALISIS PONEK
Dokter
Semua bisa dirumah
Medical Check Up
Poli Anak
Caesar Muslimah
Pijat Refleksi
Copyright © 2021. Rumah Sakit Islam Sakinah | Online: 1 | Hits: 196 / 261334